Dengan melatarbelakangi keadaan sosial di masyarakat khususnya daerah pedesaan yang kurang akan pembangunan dan pemberdayaan menyebabkan tingkat kemajuan desa terhambat sehingga berdampak kepada meningkatnya tingkat urbanisasi yang tinggi. Padahal urbanisasi masyarakat desa belum tentu dapat menyelesaikan masalah ekonomi dari masing-masing individu, hal ini terlihat dengan semakin banyaknya tingkat pengangguran di kota-kota besar yang tidak dapat diatasi dengan mudah.

Mengingat potensi yang ada sebenarnya tidak hanya berpusat pada kota tetapi ada potensi lain yang dapat dikembangkan yaitu potensi desa. Jika kita membandingkan, jumlah kota yang ada tidak sebanding dengan jumlah desa yang mendominasi dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Pembangunan yang sebenarnya tidak harus berpusat pada kota karena dikhawatirkan ketika pembangunan hanya berfokus pada kota akan mengakibatkan terjadinya ketimpangan, baik ketimpangan sosial maupun ketimpangan ekonomi sehingga pembangunan yang ada kurang efektif dalam memajukan perekonomian secara menyeluruh, namun pembangunan yang seimbang harus memperhatikan mengenai kondisi yang ada di desa. Sekarang ini, banyak lembaga dan individu lebih cenderung berfokus kepada pengembangan potensi yang ada di kota, hal demikian menyebabkan menurunnya tingkat pengembangan dan pemberdayaan desa. Melihat adanya suatu kesenjangan yang terjadi di masyarakat membangkitkan jiwa sosial kami sebagai salah satu wakil dari pemuda Indonesia untuk ikut serta memajukan dan memberdayakan desa sebagai tonggak utama dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih maju.

Bermodalkan semangat dan kreativitas dalam membangun bangsa, kami 3 (tiga) pemuda Indonesia yaitu Ahmad Jazuli, Ahmad Romadhon, dan Ressa Evans sanjaya mendirikan sebuah asosiasi yang menaungi para pemuda yang mempunyai visi misi yang sama dalam hal pemberdayaan dan pengembangan potensi desa melalui metodologi Social Enterprise.

Asosiasi ini bernamakan ASEYA (Association of Social Enterprise Young Ambassador) yang didirikan pada tanggal 13 September 2014. Ide pembuatan asosiasi ini bermula ketika salah satu Dosen yaitu Pak Rudy Suryanto menginspirasi kami untuk melakukan suatu terobosan dimana terobosan tersebut mempunyai dampak positif yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Beliau selalu menginsipari kami dan memotivasi kami baik di bidang akademik maupun non-akademik sehingga tercetuslah sebuah ide dan gagasan dalam pendirian ASEYA ini.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Labels

- Copyright © ASEYA INDONESIA -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -