Archive for September 2014

Acara Peliputan Potensi dan Profil Kampung Wisata Santan


Oke, bagaimana mengenai postingan sebelumnya mengenai kegiatan Social Enterprise kita selama di Kampung Santan?

Memang tidaklah mudah dalam menjalankan setiap kegiatan program Social Enterprise, tetapi dengan loyalitas yang tinggi dan motto kami "Semangat Muda Dalam Berkarya Untuk Bangsa" lah yang menjadikan kami tetap semangat untuk mengabdi dan memajukan masyarakat Indonesia :D

Melihat adanya potensi yang begitu banyak di Kampung Santan, ternyata membuat menarik banyak pihak.

Dan Alhamdulillah, tepatnya pada hari Jumat, 19 September 2014, Kampung yang menjadi dampingan kami dikunjungi oleh pihak UGM dan TVRI untuk peliputan mengenai potensi dan profil Kampung Wisata Santan karena Kampung Wisata Santan memiliki keunikan dan ciri khas suatu desa yaitu adanya kerajinan batok kelapa sebagai mendukung gerakan "One Village One Product" dan wisata budaya di Kampung tersebut.

Kunjungan peliputan dilakukan dengan mewawancarai Wakil dari Kecamatan Pajangan, Kepala Dusun Santan, Ketua POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata), dan Wakil dari KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank).


1.1 Wawancara dengan Wakil dari Kecamatan

 1.2 Wawancara dengan Kepala Dukuh Santan

1.3 Wawancara dengan Ketua POKDARWIS Santan

1.4 Wawancara dengan Wakil dari KKMB

Selain mewawancarai pihak-pihak yang bersangkutan, tim dari UGM dan TVRI melihat dan merekam potensi yang ada di desa seperti hasil kerajinan batok kelapa, homestay, kuliner ayam ingkung dan wader goreng yang merupakan kuliner khas Kampung Santan.

Hasil dari peliputan mengenai potensi dan profil Kampung Santan akan dibawa dan ditampilkan didalam acara "Sarasehan Memajukan Ekonomi Rakyat" pada tanggal 27 September 2014 yang bertempat di ruang audio-visual FEB UGM, dengan kata lain Kampung Santan dijadikan sebagai salah satu contoh kampung yang memiliki potensi khusus kriteria "One Village One Product".

Melihat adanya kunjungan peliputan ini merupakan sebuah kebanggaan besar bagi warga Kampung Santan terutama kami sebagai pendamping desa karena Kampung Santan dijadikan sebagai salah satu kampung percontohan untuk kampung-kampung lainnya terutama dalam acara Sarasehan.

Selasa, 30 September 2014
Posted by ADMIN

Penguatan Lembaga Kampung Wisata Santan


Setelah bersosialisasi mengenai kegiatan program kepada masyarakat Kampung Santan, step selanjutnya adalah "Penguatan Lembaga"

Penguatan lembaga pada malam itu dihadiri oleh masyarakat Kampung Santan yang tergabung dalam Pokdarwis, LPMD, pemerintahan desa, serta tokoh masyarakat Kampung Santan.

Dalam penguatan lembaga, pertama-tama yang kami lakukan adalah menjelaskan fungsi dan manfaat adanya suatu lembaga di suatu tempat, hal ini ditujukan agar masyarakat dapat memahami peran dari suatu lembaga.

Setelah itu, disini terdapat proses yang menarik yaitu dengan mengadakan sebuah game atau permainan kecil, dimana permainan ini masyarakat diharuskan untuk menuliskan harapan dan kendala yang melatarbelakangi harapan yang ada belum tercapai dari sebuah lembaga pada umumnya.

Dalam permainan ini, tidak ada maksud untuk mengkritik atau menyudutkan lembaga yang ada tetapi lebih kepada untuk mengumpulkan aspirasi dan informasi yang berupa harapan dan kendala dalam sebuah kelembagaan secara umum diluar lembaga-lembaga yang ada di desa.

Masyarakat diberikan waktu kurang lebih 10 menit untuk menuliskan harapan dan kendala dari masing-masing individu. Setelah setelah diisi dan dapat terkumpul, maka tugas kami adalah untuk menganalisis, mengidentifikasi, serta mengolah data yang ada menjadi sebuah informasi yang secara garis besar mengenai permasalahan yang ada dan harapan terhadap sebuah lembaga.

Setelah kami mengetahui permasalahan yang dan dibuktikan oleh data hasil game yang mengarah pada saran adanya sebuah lembaga "Koperasi".

Setiap permasalahan yang ada mempunyai penyelesaian masing-masing yang berbeda,

Nah berhubung di Santan ini, permasalahan yang ada salah satu solusi yang tepat adalah pembentukan koperasi karena koperasi berprinsipkan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota yang mana hal ini sangat cocok sekali dalam penyelesaian masalah yang ada di Kampung Santan.

Karena prinsip kami sebagai pendamping desa tidak dapat memaksakan solusi yang ditawarkan di masyarakat dan Alhamdulillah masyarakat setuju dengan saran yang ditawarkan untuk pembentukan sebuah koperasi.

Setelah adanya persetujuan bersama mengenai pembentukan koperasi, langkah selanjutnya yaitu diskusi mengenai koperasi yang akan didirikan dan dalam diskusi ini sangat menarik yang ditandai dengan adanya saling tukar pikiran dan pendapat antar warga mengenai pembentukan koperasi.

Hasil dari diskusi tersebut bahwa menyepakati untuk mengangkat simpan pinjam yang sudah beroperasi hampir seperti koperasi di salah satu RT untuk diangkat sebagai Embrio koperasi Kampung Santan dan Alhamdulillah mereka yang datang pada acara penguatan lembaga menyetujui dan memiliki persamaan persepsi.

Pada intinya, permasalahan yang ada secara tidak langsung diselesaikan secara mandiri melalui rapat penguatan lembaga karena pada dasarnya Social Enterprise itu masyarakat dapat secara mandiri menyelesaikan masalahnya.

Nah begitulah gan penjelasannya, maaf agak sedikit serius soalnya waktu lagi rapat juga serius banget gan hampir mirip kaya rapat-rapat besar begitu.. hehehe..

Jadi gitu gan ceritanya.. thanks ya sudah nyimak.. 


Senin, 29 September 2014
Posted by ADMIN

Sosialisasi Kegiatan Program Kampung Santan


Di postingan sebelumnya, kami telah membahas mengenai Pemetaan Potensi Kampung Wisata Santan. Lalu apa langkah selanjutnya penerapan metode Social Enterprise di Kampung tersebut?

Langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah kami melakukan "Sosialisasi Kegiatan Program".

Apa tujuan dari sosialisasi kegiatan program ini?
yaitu untuk mengenalkan metode Social Enterprise, rangkaian program, dan yang akan dilakukan di Kampung Santan.

Disini kami bekerja sama dengan Tim PHBD (Program Hibah Bina Desa) UMY dalam menjalankan pengembangan Kampung Santan.

Kenapa kita bekerja sama dengan Tim PHBD UMY?

Karena kami dan Tim PHBD UMY sepaham, sepemikiran, sevisi, dan semisi yaitu untuk memajukan atau mengembangkan desa melalui metode Social Enterprise.

Lalu, apa yang kita lakukan bersama Tim PHBD UMY dalam sosialisasi kegiatan program ini?

Kita menjelaskan mengenai program dan kegiatan yang meliputi, pertama adalah pengenalan tim, kedua penguatan lembaga, ketiga pelatihan tata kelola manajemen, keempat pelatihan tata kelola keuangan, dan yang terakhir adalah pembuatan web dalam rangka sharing success story.





Alhamdulillah, masyarakat menerima baik program-program yang disosialisasikan, hal ini terlihat dengan begitu antusiasnya masyarakat mengikuti jalannya acara sosialisasi kegiatan.

Selain itu, dengan adanya program ini, harapan masyarakat sangat tinggi terhadap keberhasilan program. Hal tersebut dapat dilihat dari Kepala Dukuh Santan yaitu Bapak Mudakir yang mengharapkan Kampung Santan menjadi Kampung Wisata yang maju dan Kepala Pengrajin yaitu Bapak Nur Taufiq yang menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap program yang disosialisasikan karena program-program yang akan dijalankan sesuai dengan apa yang masyarakat butuhkan.


Dengan melihat antusias yang begitu besar, kami yakin bahwa penerapan metode Social Enterprise sangat cocok sekali dalam pengembangan dan pemberdayaan desa yang bertujuan memecahkan masalah sosial yang selama ini menjadi kendala dalam kemajuan sebuah desa.
Posted by ADMIN

Potensi Kampung Wisata Santan

Nah, kemarin kan kita sudah membahas mengenai Social Enterprise, sekarang kami mencoba menerapkan metode Social Enterprsie di lapangan.

Alhamdulillah, kami berkesempatan untuk menerapkan metode Social Enterprise di salah satu Kampung yang ada di Yogyakarta, tepatnya di sekitar daerah Bantul khsususnya di Kampung Santan.

Sebelumnya siapa yang pernah dengar mengenai Kampung Santan? atau siapa yang pernah mengunjungi Kampung tersebut?

Kampung Santan yang terletak di Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul yang berjarak sekitar 15 km atau setengah jam dari pusat kota Yogyakarta.

Nah, kenapa kami memilih Kampung Santan sebagai Project Social Enterpise? 
karena Kampung ini selain unik juga memiliki potensi yang sangat tinggi bila dikembangkan, hal ini dapat dilihat dengan terkenalnya produk "kerajinan batok kelapa" yang dihasilkan dari para warga Kampung Santan yang sebagian besar mayoritas berprofesi sebagai pengrajin batok kelapa.
Batok kelapa yang sudah diolah dan menjadi cinderamata yang sangat cantik dan menawan, seperti gelas, mangkok, piring, sendok, garpu, chopstick, lampu hias, dan sebagainya.







Kerajinan batok kelapa ini sudah beridiri sejak tahun 1991 atau tepatnya telah berjalan selama 23 tahun dan bisnis ini merupakan bisnis keluarga yang bersifat turun-temurun. Selama ini jumlah pengrajin yang aktif di Kampung Santan berjumlah 12 kepala keluarga, dimana setiap Kepala Keluarga memiliki jenis produk cinderamata yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Selain terkenal dengan kerajinan batok kelapanya, Kampung Santan juga terkenal dengan kulinernya yang khas. Apa itu?
Ya tepat sekali, Kuliner Ayam Ingkung dan Wader Goreng yang rasanya behhh.. susah diungkapkan dengan kata-kata karena kuah santannya yang kental dipadu dengan ayam kampung yang empuk dengan nasi hangat ditambah sambal bawang membuat kenikmatan rasa kuliner tersebut semakin terasa.






Belum lagi wisata lainnya seperti outbond, dolanan anak atau game anak desa, dan view pemandangan pedesaan yang masih asri membuat Kampung ini memiliki potensi yang besar untuk dikelola dan dikembangkan menjadi salah satu kampung wisata unggulan yang ada di Yogyakarta.

Bagi yang tinggal di Yogyakarta, atau diluar Yogyakarta silahkan bisa mampir mengunjungi dan menikmati keindahan Kampung tersebut. Ayo buruan gan, kapan lagi coba selagi di Jogja. Tempatnya recommended banget lah!!! hehehe... bukan promosi ya.

Maaf gan, untuk foto ayam ingkungnya belum ada soalnya udah lapar duluan jadi belum sempat mengambil fotonya. sorry ya :D
Posted by ADMIN

Social Enterprise

Hampir semua individu, kelompok, atau organisasi besar sekalipun mempunyai masalah.

Nah, apa itu masalah??? 

Masalah adalah suatu faktor yang menghambat segala sesuatu dari apapun yang diharapkan. Masalah dapat disebabkan oleh beberapa hubungan faktor yang tidak terkoneksi atau terhubung dengan baik dan dapat mengancam tercapainya suatu harapan maupun tujuan. 

Ada banyak cara dalam penyelesaian masalah dan setiap masalah mempunyai cara untuk menyelesaikan masalahnya masing-masing.

Biasanya permasalahan yang sulit untuk diatasi adalah masalah sosial yang mana perlu treatment khusus untuk menyelesaikan permasalahan.

Nah...  salah satu treatment khusus yang dimaksud adalah SOCIAL ENTERPRISE .

Apa itu Social Enterprise? 


mungkin kata-kata tersebut agak sedikit masih asing di kalangan umum. Baiklah, sedikit akan kami uraikan mengenai pengertian Social Enterprise .


Social Enterprise secara garis besar merupakan suatu metode solusi pemecahan masalah sosial melalui konsep pendekatan bisnis. Social Enterprise pada intinya suatu metodologi yang mempunyai Step atau langkah dalam melaksanakan metodologi dalam pemecahan sosial, 

Berikut adalah Step atau langkah dalam pemecahan masalah sosial melalui metode Social Enterprise  yaitu:


1. Pemetaan Potensi
Dalam Social Enterprise, langkah awal yang perlu dilakukan adalah pemetaan potensi, dimana hal tersebut hampir sama dengan Sensus atau Demografi. Pemetaan potensi ini bertujuan untuk memetakan dan mengetahui potensi dan permasalahan yang dimiliki suatu daerah atau tempat yang kemudian hasilnya diprofilkan.

2. Penguatan Kelompok
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah penguatan kelompok. Penguatan kelompok dalam hal ini yaitu memperkuat tata kelola kelompok dapat melalui mengenai kejelasan kepengurusan, System Operational Procedur, Job Desk, Sistem Pengendalian Internal, dan lain sebagainya yang ada di dalam kelompok masyarakat. Penguatan kelompok dapat berbentuk sebuah paguyuban, lembaga, dan lain-lain yang ada di masyarakat.

3. Sharing Success Story atau yang sering kita sebut S3
S3 ini merupakan langkah terakhir dalam Social Enterprise yang mana dalam S3 ini berisi mengenai keberhasilan suatu daerah atau tempat dalam menyelesaikan masalah sosial melalui pendekatan Social Enterprise. S3 ini diharapkan mampu menginspirasi, memotivasi, dan membangkitkan semangat untuk daerah-daerah lain dalam menyelesaikan sosial yang ada disekitarnya. S3 dapat dilakukan dengan menceritakan keberhasilan melalui media apapun seperti jejaring sosial, media web, media cetak, dan lain sebagainya.


Ok, begitulah penjelasan singkat mengenai Social Enterprise, bila ada yang masih ingin ditanyakan atau mengetahui lebih lanjut dapat menghubungi kontak yang tersedia di blog.

Hatur Nuwun.



Kamis, 25 September 2014
Posted by ADMIN
Tag :

Popular Post

Labels

- Copyright © ASEYA INDONESIA -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -